Tampilkan postingan dengan label meracik kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meracik kata. Tampilkan semua postingan

25 September 2011

Yuk, jadi peminta-minta.. ^^

Mintalah... minta..
jangan malu..
jangan ragu..
jangan sungkan..
jangan segan..
jangan tanggung-tanggung..
jangan berhenti..

sebab Ia suka...
saaangat suka..
ketika kau, aku, kita minta pada-Nya..

sebab Ia selalu mendengar pinta kita..
sebab Ia pasti menjawabnya..
Dengan jawab terbaik-Nya..
entah dengan, "Ya.. ini..ambillah pintamu.."
atau dengan, "Ya.. ini.. ambillah ia yang akan mengantarkanmu pada pintamu.."
mungkin juga Ia jawab, "Tidak.. ia tak baik bagimu.. ini kuberi kau yang lebih baik.."
atau bahkan, "Tidak sekarang.. ambillah ia kelak setelah kau jumpa dengan-Ku.."

Beliau, sang uswah hasanah berpesan..
Mintalah dengan pinta yang terbaik, jangan tanggung-tanggung..
Jujurlah pada-Nya.. maka Ia pasti mengabulkan pintamu..

aah... Ia Yang Maha Punya Segala memang sungguh baik... saaangat baik..
bahkan apa-apa yang tak kita minta Ia berikan dengan cuma-cuma..
bahkan apa-apa yang tak pernah kita minta Ia ulungkan dengan penuh cinta..

maka, atas apa-apa yang kita pintakan pada-Nya..
bersiaplah untuk mendapatkan yang lebih dari-Nya..
lebih baik.. lebih tepat.. lebih bermanfaat.. lebih indah..

04 Juni 2011

Ternyata aku rindu...

Bismillah...

Aktivitas baru, kesibukan baru.. tak jarang menguras perhatian kita. Demikian pula denganku kini. Aktivitas baru, tantangan baru, hal baru... sedemikian banyak hal di sini yang mengorek-ngorek rasa penasaranku, hingga hampir seluruh waktu, tenaga, juga pikiranku kuarahkan padanya saja.
Tak sedikit hal lain yang kunomorsekiankan, termasuk 'diisi dan mengisi'.. 'dibagi dan membagi'..
Memang benar, ada ruang lain yang tengah rajin-rajinnya kuisi...
Memang benar, ada tempat lain yang mendukungku untuk tak henti membagi...
Namun, sungguh tak benar jika kukatakan bahwa tiada hal yang kurang kini.

Aah...
Lingkaran ukhuwah..
Untaian amanah..

Maafkan aku jika beberapa waktu lalu sempat meminggirkanmu..
Maafkan aku jika beberapa saat lalu sempat -sedikit- mengabaikanmu..

Dan sore ini,
ketika aku berjumpa mereka...
ketika aku berdiskusi bersama mereka...
ketika aku berbagi kegelisahan bersama mereka...

Lalu malam ini,
ketika aku tertawa bersama mereka...
ketika aku berbagi bersama mereka...
ketika aku mengulur pita suara hingga nyaris serak berteriak...

Ada yang kembali menyala di dada..
Ada yang kembali terisi di dalam sini..
Ada belaian lembut menenteramkan jiwa..
Ada energi yang menggerakkan...

Aah,
ternyata aku rindu..
rindu lingkaran-lingkaran ukhuwah itu..
rindu bulir-bulir amanah itu..
rindu diisi sekaligus mengisi..
rindu dibagi juga berbagi..

Ya...
aku rindu...
sungguh-sungguh rindu..
ternyata...

26 Mei 2011

Ada Asa, Ada Rencana

23 Mei 2011
Hari pertama 'diceburkan' dan 'menceburkan' diri ke dalam kawah candradimuka...
Appreciate, full-power, tapi ada canggung, was-was, juga bingung. Merasa diri 'hola-holo' dengan kepala dan tangan hampa. "Mau ngapain ya, hari ini?" atau "Ketemu apa nih, hari ini?". Dua kalimat tanya itu berulang-ulang menyambangi isi pikiranku. Namun di saat lain yg hampir bersamaan ada teriakan-teriakan di dalam kepala, "Ayo... sekarang ini saatnya!" juga "Siip, cari sebanyak-banyaknya, lakukan sebaik-baiknya!".

Yah, jadilah hari itu terisi dengan senyum, semangat, dan keingin tahuan yg tinggi tentang banyak hal baru... Meskipun cukup terganggu dengan sedikit pening karena kelamaan berdiri tanpa sarapan pagi (untung nggak nampak pucat 'coz pake masker, hehe), sumpek juga mengganggu karena hidung & mulut tertutup rapat oleh masker hijau akibat common cold yg menyapa kala itu. Nggak nyaman sungguh!!! tapi, who care?? 
Mereka cuma butuh : "silakan adaptasi dulu, nggak usah terburu-buru pengen menguasai ini-itu", "udah, kamu belajar & bekerja yg bener...", "tolong dirawat sebaik-baiknya keluarga saya ini", "saya pengen cepet sembuh mbak/Bu, biar cepet pulang".
Hmm... Harapan-harapan itu... jadi daya dorong sekaligus daya tarik tersendiri di masa awal berseragam telor asin. Yah, harapan mereka padaku... harapanku pada mereka... juga harapanku pada diriku sendiri... aku mulai (lagi) hari ini, di sini, bersama mereka...
Meski tak sesuai rencanaku dahulu, tapi kuyakin ini rencana terbaik-Nya buatku. Jalani saja masa ini... hingga 15 bulan ke depan. insyaAllah..


19 Mei 2011
Bangun di pagi hari, lalu dengan agak tergesa membangunkan sodari2 tersayang. Haha... terima kasih sodari2 yang sudah bersedia kuganggu... (Zildhong, Tipong, mb Inkong, Dewong ^___^v)
Ber-pinky-ria.. dilapis jubah hitam.. diganjal pengalas tumit + 5 cm.. dibonceng seorang sopir cantik sampai di samping gedung besar bercat dominan merah di tengah kampus biru...
Cuma menanti untuk mendapat instruksi "silakan memindahkan kuncir dari kiri ke kanan..." lalu dipanggil nama untuk diserahi map biru oleh pak Dekan...(cuma???)

Entah, awalnya kupikir akan biasa-biasa saja. Tapi ternyata... sempat terselip beberapa menit dimana aku harus menahan agar glandula lakrimalis-ku tidak sukses memuntahkan sekresinya. Hwaaa.... tak tega rasanya memandang wajah-wajah cerah itu... T-T

Dan di hari itu, muncul lagi harapan baru... harapan akan sebuah perbaikan, harapan akan sebuah pengabdian. Sebuah konsekuensi atas tersematnya beberapa huruf di belakang nama.. S.Kep.
Satu lagi asa terlalui, setelah sempat tertunda dengan suksesnya di bulan Mei 2010, Agustus 2010, dan Februari 2011 lalu. huff...finally..
Memang rencanaku meleset beberapa kali, tapi... inilah rencana-Nya untukku. Dan kurasakan begitu banyak hikmah kudapat atas melesetnya rencanaku yang satu ini. InsyaAllah, tetap manis...^,^


25 April 2011
Feel like nothing special...
Entahlah... rasanya enggan sungguh berangkat ke kampus tercinta untuk sekedar mengintip selembar kertas yg tertempel pada salah satu dinding TU di Gedung Ismangoen itu.
Tak ada nama... cuma tertulis NIM, nilai akhir, dan skor toefl. Sempat terlintas di benak kala melihat kertas itu, "niat ngumumin nggak sih? cuma kaya gini to? kok beda sama sebelum-sebelumnya ya??" (krik..krik..)
Yups... itulah hari yudisium yang ditunggu-tunggu... setelah hampir seminggu ditunda dan tak jelas kabarnya.

Selepas dari kampus, kembali ke kos. Dan.... tawa seorang penghuni kos menyambut hadirku.. dan membuatku harus berjuang menahan gemas. Topik pembicaraan terkait "selisih 0,01" itu memang membuat agak gimanaaa gitu. Meski jauh-jauh hari sebelumnya sudah sempat kuhitung-hitung dengan hasil akhir 'itu', tapi hati rasanya agak terganjal. Satu rencana kandas sudah... Namun, dari situ muncul sebuah tekad, bukan cuma harap... 15 bulan berikutnya harus bisa mengejar!! Nggak masalah, slempang kuning tak jadi kuraih.. bikin sendiri juga bisa kok.. (menghiburdiri.com f>.<)

22 Agustus 2006
Hari pertama mengenakan baju putih-hitam dirangkap jas warna karung goni, lalu berpanas-panas ria di tengah lapangan di jantung salah satu universitas tertua, ternama, dan terbesar di Yogyakarta.
-- Sayangnya aku sudah lupa apa yang terpikir di kepala dan yang bergejolak di hati --
Intinya, harapan eyang putri itu jadi nyata. Sebuah harapan yang baru kutahu -bahwa itu saaaangat diidamkan oleh beliau- setelah aku meraihnya. 
Baiklah... Kupersembahkan 'capaian' ini untuk Utiku tercinta, juga kedua ortuku tersayang... semoga cukup untuk menambah secuil kebahagiaan bagi mereka. Kalau untuk yang ini, memang terencana dengan cukup baik (sejak kelas XII). Aku ingin ke arah sana... dan jalan menuju ke sana pun terbuka.. Alhamdulillah.. ^_^



harapan satu terwujud.. harapan lain mengikut.. 
rencana satu terwujud.. rencana lain pun turut..
pun ketika satu harapan tak terwujud.. 
harapan lain hadir mengisi ulang tenaga, menguatkan jiwa raga..
rencana satu tak terwujud.. (ada) rencana lain tersabda..
dan dialah yang mewujud nyata..

Biarlah asa tetap jadi asa.. 
yang terus bertambah derajadnya.. 
dari masa ke masa..
Biarlah rencana tetap jadi rencana.. 
yang mewujud jadi kerja-kerja nyata.. 
yang mendekatkan rencana2 kita dengan rencana2-Nya..

05 April 2011

aku, jalanan, dan jembatan

Hujan deras seharian,
sore menggelap menuju petang,
payung 'ngambek' di atap-atap,
jalanan terhijab air menggenang,
pak sopir pun tak jua datang,
Jogja.. oh Jogja
aku cuma ingin pulang...

Jalanan sepi bergelombang,
gerimis terus membayang,
petang tanpa penerang,
berisik obrolan sumbang,
aah.. semoga saja ia tak datang,
ia, si lumpur penyeberang jalan

Asap mengepul sesekali,
tiba-tiba kereta motor berhenti,
hey.. ini masih di timur kali!
ooh, ternyata kami harus jalan kaki
menapak-napak puing miring
berjingkat cepat biar tak tercekat


Akhirnya...
sambil senyum terkembang
dalam hati kusenandungkan
Magelang.. aku datang..
Magelang.. aku pulang..


* catatat Geje sebuah perjalanan pulang paling heroik...
Jogja-Magelang, 3 April 2011

Jembatan Pabelan (sumber)

09 Maret 2011

Transisi

dari tak ada jadi ada
dari ada lalu tak ada

dari dingin jadi panas, hangat
dari panas jadi dingin, hangat

dari gelap jadi terang
cahaya meredup pelan, remang, lalu hilang
gelap datang..

tak henti bergerak
terus berubah
selalu berganti
itu hidup, bukan mati…

hidup,
disana ada masa…
saat gerakan makin keras, lebih keras
saat goncangan makin kuat, lebih kuat

saat itu…
kestabilan berkurang
keseimbangan menurun
pusing… pening…
bingung… linglung…

saat itu…
pegangan makin kuat
genggaman makin erat
pijakan makin mantap
seharusnya…

biar tetap kokoh meski tak tegak
biar tak rubuh meski tengah rapuh



Yogyakarta, 8 Maret 2011

Perubahan, pergantian, pergiliran, itu suatu kepastian..
Yang terpenting di masa transisi itu, jangan sampai kosong, jangan pernah diam.
ada hal lain yang menanti disentuh, digarap, dituntaskan
-sebuah kendali di masa transisi-

14 Desember 2010

dia cuma singgah sebentar...



satu-satu mulai mendarat,
berlomba-lomba menghujamkan cintanya pada bumi


senandung riang terdengar,
sayup-sayup,
kian mengeras,
lalu pelan berbisik,
terus begitu berganti-ganti...


kering pun membasah
panas pun menyejuk
kotor pun membersih
cantik...


tak jarang menuai cerca
sering pula memancing sungging penuh syukur
bahkan jadi apologi untuk lanjutkan dengkur...


satu lagi tanda cinta-Nya kembali hadir


tunggu,, biar kusapa dia...
"selamat datang hujan..."


..........


tak ada jawaban!
ah, ternyata dia cuma singgah sebentar...


- 14122010 -

06 Januari 2010

D.I.A.M !!!


Ada -orang bijak- yang bilang "diam itu emas"

namun ada kalanya diam itu tidak lagi emas !!

bisa jadi, diam sebab tidak peduli

bisa jadi, diam karena bodoh

bisa jadi, diam akibat tidak tahu

bisa jadi, diam bermakna statis

bisa jadi, diam berarti mati



............................................................



kadang diam itu manis...

kadang diam itu nikmat...

namun,,

kadang diam juga pahit...

kadang diam juga duka...



..........................................................



satu yang pasti,


diam itu sunyi...




  • jika sampai detik ini aku masih diam, bukan berarti ku takkan pernah bicara. sudah... diamkan saja diamku ini!! Jika tiba masanya nanti, diamku pasti kan terhenti... sebab diamku kini adalah diam mencari...

16 Desember 2009

Sebuah Tanya by Gie


Akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku ?

( Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,
lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri,
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin )

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau,
dekaplah lebih mesra,
lebih dekat ?

( Lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi,
kota kita berdua,
yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara
tanpa kata
tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita

Apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta ?

( Haripun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti
seperti kabut pagi itu )

Manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru